Sinar matahari menerobos lewat kisi-kisi jendela, jatuh di bahu Gondrang yang sedang menempa keris. Keringat deras bercucuran. Beberapa kali Gondrang menyekanya.
Pada salah satu pukulan, damparan tempat dia menempa keris patah. Gondrang tertegun. Perlahan Gondrang duduk sambil menekuri logamnya yang masih belum berbentuk.
Someone: Boleh saya masuk
Gondrang menoleh kemudian mengangguk.
Someone: Masalah lagi.
Gondrang: Ya. Patah damparannya.
"Jagung?" Someone menyodorkan jagung rebus yang masih hangat.
Gondrang, adalah seorang pemuda yang memiliki cita cita ingin menjadi mpu keris. Dengan keterbatasan biaya dia selalu memperbaiki apa yang sudah dia buat. Kakaknya jengkel dengan kegigihan Gondrang yang ingin menjadi mpu. Dia ingin Gondrang seperti pemuda yang lain, memiliki keluarga.
Suatu hari mereka bertengkar.
Dengan penuh kejengkelan Gondrang pergi ke makam gurunya. Seseorang mengikuti langkahnya.
Ternyata dia adalah Ken Arok, yang memesan keris pada Gondrang.
Gondrang menyanggupi.
Gondrang bersemedi untuk memunculkan bayangan keris yang bagaimana yang akan dia buat. Pada puncak semedinya, Gondrang bertemu dengan gurunya. Gondrang dibawa berjalan-jalan ke masa yang akan datang, termasuk ke masa ketika sang pemesan keris mengambil pesanannya. Gondrang terkejut ketika melihat dirinya dibunuh sang pemesan.
Setelah mendapat gambaran akan apa yang dilihatnya, Gondrang bimbang. Pada akhirnya dia memutuskan untuk membuat keris. Ketika saatnya tiba, Gondrang semakin takut. Tetapi akhirnya dia serahkan juga keris itu.
Gondrang dibunuh oleh Sang Pemesan keris
Jumat, 16 Mei 2008
Langganan:
Postingan (Atom)